MAN 2 BIMA GELAR IN HOUSE TRAINING SELAMA TIGA HARI
Bima, 8–10 November 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bima menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) bertajuk “Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dengan Pendekatan Pembelajaran Deep Learning” Tahun Pelajaran 2025/2026.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 November 2025, ini diikuti oleh seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN 2 Bima dengan menghadirkan sejumlah narasumber profesional di bidangnya. Tujuannya, untuk memperkuat pemahaman para guru terhadap implementasi kurikulum yang berorientasi pada nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan pembelajaran mendalam yang relevan dengan semangat Kurikulum Merdeka.
Hari Pertama: Pembukaan dan Penguatan Moderasi Beragama sebagai Landasan Kurikulum Cinta
Kegiatan dibuka pada Sabtu, 8 November 2025, diawali dengan registrasi peserta, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Kementerian Agama, serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Fajrin, S.Pd., M.Pd.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti aula MAN 2 Bima saat doa bersama dipimpin oleh Mahfudin, S.H., sebelum akhirnya Kepala MAN 2 Bima menyampaikan sambutan pembuka.
Dalam sambutannya, Kepala MAN 2 Bima menekankan bahwa pelaksanaan IHT bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan bentuk nyata komitmen madrasah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalisme guru. Ia menyampaikan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan upaya memanusiakan kembali proses pendidikan.
“Guru tidak hanya bertugas mentransfer ilmu, tetapi menumbuhkan kasih dan karakter dalam diri peserta didik. Madrasah harus menjadi ruang yang menenangkan, menginspirasi, dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan,” ungkapnya.
Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan materi utama tentang Penguatan Moderasi Beragama oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, yang sekaligus membuka kegiatan IHT secara resmi.
Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa moderasi beragama adalah kunci penting dalam sistem pendidikan madrasah. Pendidikan tidak cukup hanya mencetak generasi cerdas, tetapi juga generasi yang moderat, toleran, dan mampu menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman.
“Moderasi beragama bukan konsep teoretis, tetapi gaya hidup beragama yang menyejukkan. Guru madrasah memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai kasih sayang, tenggang rasa, dan penghormatan antar sesama. Itulah wujud cinta dalam pendidikan,” ujarnya tegas disambut tepuk tangan peserta.
Setelah istirahat, kegiatan berlanjut dengan materi Mindset Kurikulum Berbasis Cinta oleh H. Zainal Arifin, S.Ag., yang menyoroti pentingnya perubahan paradigma guru dalam melihat peserta didik.
Menurut beliau, mindset cinta dalam pendidikan berarti menempatkan siswa sebagai manusia seutuhnya yang perlu didengar, dihargai, dan disayangi. Guru tidak hanya mengajar dengan pikiran, tetapi juga dengan hati.
Sesi berikutnya, Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Desain Perangkat Pembelajaran, mengajak guru untuk merancang strategi pembelajaran yang menumbuhkan empati dan kesadaran diri siswa. Hari pertama ditutup dengan microteaching dan simulasi, di mana para guru berlatih menerapkan konsep pembelajaran berbasis cinta dalam praktik nyata di kelas.
Hari Kedua: Growth Mindset dan Deep Learning sebagai Fondasi Inovasi
Hari kedua, Minggu, 9 November 2025, diisi dengan materi yang memperkuat kompetensi pedagogik dan pola pikir pendidik.
Pemateri H. Raisuddin, S.Pd., M.Si., membuka sesi dengan topik “Growth Mindset (Pola Pikir Bertumbuh)”, dimoderatori oleh Mahfudin, S.H.. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa guru yang memiliki growth mindset akan terus belajar, berkembang, dan tidak takut menghadapi perubahan kurikulum.
“Pola pikir bertumbuh bukan hanya tentang kemampuan akademik, tapi tentang keyakinan bahwa setiap guru dan siswa mampu berkembang melalui proses. Pendidikan adalah perjalanan, bukan perlombaan,” ungkapnya.
Peserta diajak berdiskusi dan melakukan refleksi diri terhadap tantangan yang mereka hadapi dalam pembelajaran, serta bagaimana sikap positif dapat mengubah suasana belajar menjadi lebih hidup dan bermakna.
Sesi siang hari dilanjutkan dengan materi Deep Learning (Pembelajaran Mendalam), yang masih disampaikan oleh H. Raisuddin, S.Pd., M.Si.
Beliau memaparkan bahwa deep learning adalah pendekatan yang menuntut siswa untuk memahami konsep secara menyeluruh, berpikir kritis, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam konteks nyata. Dalam kerangka Kurikulum Berbasis Cinta, deep learning menempatkan nilai kemanusiaan dan rasa ingin tahu sebagai penggerak utama pembelajaran.
Sesi ini diakhiri dengan praktik penyusunan rencana pembelajaran yang mengintegrasikan nilai cinta, empati, dan berpikir mendalam, menghasilkan diskusi yang aktif dan penuh inspirasi antar peserta.
Hari Ketiga: Strategi, Asesmen, dan Desain Modul Ajar Kurikulum Merdeka
Hari ketiga, Senin, 10 November 2025, menjadi puncak kegiatan IHT dengan fokus pada penerapan praktis pembelajaran modern.
Pemateri utama Rahmat Hidayat, S.Pd., M.Pd., dengan moderator Bahrul Hidayat, S.Kom., M.T., membuka sesi dengan materi “Model dan Strategi Pembelajaran”. Beliau menegaskan bahwa guru madrasah perlu berinovasi dengan berbagai model pembelajaran yang sesuai karakter siswa, seperti project-based learning, problem-based learning, dan inquiry-based learning, yang semuanya menumbuhkan kemampuan berpikir kritis serta kolaboratif.
Sesi berikutnya membahas Asesmen Pembelajaran, yang menekankan pentingnya evaluasi sebagai proses reflektif, bukan sekadar penilaian angka. Menurut Rahmat Hidayat, asesmen harus memotivasi siswa untuk memperbaiki diri dan membantu guru memahami efektivitas pembelajarannya.
Pada sesi siang, peserta diajak merancang modul ajar Kurikulum Merdeka dengan pendekatan Deep Learning. Guru berlatih menyusun rencana pembelajaran yang kontekstual, kreatif, dan relevan dengan kebutuhan siswa madrasah. Materi ini menjadi salah satu bagian paling aplikatif dalam IHT karena guru langsung menghasilkan rancangan pembelajaran yang bisa diterapkan di semester mendatang.
Kegiatan diakhiri dengan refleksi dan diskusi bersama, di mana para peserta menyampaikan pengalaman dan kesan selama mengikuti IHT. Banyak guru merasa kegiatan ini membuka wawasan baru dan mengubah cara pandang mereka terhadap peran guru sebagai pembelajar sepanjang hayat.
Menumbuhkan Guru Pendidik yang Mengajar dengan Cinta
Dalam penutupan kegiatan, Kepala MAN 2 Bima menyampaikan apresiasi kepada seluruh narasumber, moderator, dan peserta yang telah berpartisipasi aktif selama tiga hari. Ia menegaskan bahwa keberhasilan IHT bukan hanya diukur dari banyaknya materi yang diserap, tetapi dari perubahan cara berpikir dan sikap dalam mengajar.
“Guru yang hebat adalah guru yang mampu menyentuh hati muridnya. Kurikulum Berbasis Cinta dan Deep Learning mengajarkan kita bahwa pendidikan bukan sekadar proses intelektual, tapi juga perjalanan spiritual menuju kemanusiaan,” ujarnya menutup kegiatan dengan penuh makna.
Kegiatan IHT MAN 2 Bima tahun 2025 ini menjadi momentum penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk memperbarui semangat profesionalisme, menumbuhkan pola pikir bertumbuh, dan memperkuat komitmen dalam mencetak generasi berkarakter, moderat, serta berjiwa cinta kasih.
Dengan dukungan penuh dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bima, MAN 2 Bima terus berkomitmen menjadi madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing, tempat di mana ilmu dan cinta bertemu untuk membentuk peradaban yang berakhlak.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Keren! MAN 2 Bima Tambah Prestasi di FLS3N 2026 Lewat Puisi dan Jurnalistik
Bima — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bima dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat kabupaten tahun
MAN 2 Bima Sambangi SMP Negeri 1 Lambu, Sosialisasikan PMB 2026 dengan Semangat Baru
Bima 23 April 2026, MAN 2 Bima melaksanakan kegiatan sosialisasi Penerimaan Murid Baru (PMB) di SMP Negeri 1 Lambu. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam memperke
Jelajah Sekolah Sape: MAN 2 Bima Gencarkan Sosialisasi PMB 2026/2027
Kegiatan sosialisasi dan presentasi Penerimaan Murid Baru (PMB) MAN 2 Bima Tahun Ajaran 2026/2027 berlangsung dengan penuh semangat dan antusias. Melalui kegiatan ini, tim dari MAN 2
Kegiatan IMTAQ Pagi MAN 2 Bima: Awal Pembinaan Spiritual Kelas X dan XI
Bima 17 April 2026, Madrasah Aliyah Negeri 2 Bima secara rutin melaksanakan kegiatan IMTAQ pagi sebagai upaya membentuk karakter siswa yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Keg
Mengukir Kenangan, Menyongsong Masa Depan: Pelepasan Kelas XII MAN 2 Bima
Bima 15 April 2026, Setelah selesainya pelaksanaan Ujian Madrasah, MAN 2 Bima menggelar kegiatan pelepasan siswa kelas XII sebagai bentuk penghormatan dan perpisahan bagi para siswa y
Penerimaan Murid Baru MAN 2 Bima Tahun Ajaran 2026/2027 Resmi Dibuka
MAN 2 Bima merupakan salah satu madrasah unggulan di Kabupaten Bima yang telah terakreditasi A, dengan komitmen tinggi dalam mencetak generasi yang unggul dalam prestasi, berakhlak mu
Langkah Akhir Menuju Kelulusan: UM Berbasis Android MAN 2 Bima Hari Terakhir
Bima 14 April 2026, Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Berbasis Android di MAN 2 Bima resmi memasuki hari terakhir pada Selasa, 14 April 2026. Kegiatan yang telah berlangsung selama VIII
Ujian Madrasah MAN 2 Bima Hari ke-VII: Bahasa Indonesia dan Geografi Berjalan Lancar
13 April 2026, Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Berbasis Android di MAN 2 Bima telah memasuki hari ke-VII dengan suasana yang tetap kondusif, tertib, dan penuh semangat. Kegiatan ini m
Pelaksanaan Ujian Madrasah Berbasis Android MAN 2 Bima Hari Keenam Berjalan Lancar dan Tertib
Bima 11 April 2026, Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Berbasis Android di MAN 2 Bima telah memasuki hari keenam dengan suasana yang tetap kondusif, tertib, dan penuh semangat. Kegiatan
Hari Kelima Ujian Madrasah Berbasis Android MAN 2 Bima: Menguatkan Nilai Pancasila dan Kemampuan Ilmiah
Bima, 10 April 2026, Pelaksanaan Ujian Madrasah (UM) Berbasis Android bagi siswa kelas XII MAN 2 Bima memasuki hari kelima pada Jumat, 10 April 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan t



